Balada Seonggok Sampah
Tatkala resah berbingkai senyum
Mengurai makna dalam kehendak
Gemulai pula angan berliuk
Meski tak kan pernah asa terbayang
Sementara diri di persimpangan bimbang
Terketuk lirih diri tersentuh kalbu
Ketika seonggok sampah terburai beliung
Congkak beliung terpancar pongah dalam gagah
Tak ada kata terucap dalam genggam dalam kepongahan
Tak ada ronta tampak dalam genggam kecongkakan
Tat kala pudar asa tergambar
Buraian sampah pun terkais pula
Di belai.....di buai….di elus……bahkan di sanjung
Dibuang sayang dicampakkan pun enggan
Seonggok sampah pun lirih menyapa asa
Masam rupa tercermin pada asa
Tak hendak surut senantiasa sampah berpantun
Meski lirih terdengar pula sapaan asa
Tebarkan pesona rentangkan karsa
Asa pun sambut ulurkan senyum
Akrab merengkuh dalam kehangatan asa
Berbinar sampah tampak tergambar
Ketika asa tergenggam sudah
Terpanah beliung nun jauh di sana
Terkulai pula dalam lenguhan panjang
Entah apa hendak terucap
Namun kelu lidah tertampak pula
Sesak di dada tak terperikan
By : Supriyanto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar